<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Komentar untuk COPY of SST Kedaulatan Rakyat</title>
	<atom:link href="http://sungguhterjadi.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sungguhterjadi.wordpress.com</link>
	<description>Maniak SST Kedaulatan Rakyat dan Semua Hak ada Pada Kedaulatan Rakyat</description>
	<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 12:27:14 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
		<item>
		<title>Komentar di Mbelgedes Benz oleh dobelden</title>
		<link>http://sungguhterjadi.wordpress.com/2008/03/12/mbelgedes-benz/#comment-26</link>
		<dc:creator>dobelden</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 04:37:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sungguhterjadi.wordpress.com/2008/03/12/mbelgedes-benz/#comment-26</guid>
		<description>hahah... om mbel masuk sini juga

SSTKR ndak bisa mencantumkan foto sayang nya om :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hahah&#8230; om mbel masuk sini juga</p>
<p>SSTKR ndak bisa mencantumkan foto sayang nya om <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Mbelgedes Benz oleh mbelgedez</title>
		<link>http://sungguhterjadi.wordpress.com/2008/03/12/mbelgedes-benz/#comment-23</link>
		<dc:creator>mbelgedez</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2008 05:26:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sungguhterjadi.wordpress.com/2008/03/12/mbelgedes-benz/#comment-23</guid>
		<description>Eh, tapi kode etik &lt;i&gt;(nyang mana ya ???) &lt;/i&gt;di Bloggosphere, kalok ndak ada skrinsut, Howeks tuhhh.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Eh, tapi kode etik <i>(nyang mana ya ???) </i>di Bloggosphere, kalok ndak ada skrinsut, Howeks tuhhh&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Mbelgedes Benz oleh mbelgedez</title>
		<link>http://sungguhterjadi.wordpress.com/2008/03/12/mbelgedes-benz/#comment-22</link>
		<dc:creator>mbelgedez</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2008 05:22:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sungguhterjadi.wordpress.com/2008/03/12/mbelgedes-benz/#comment-22</guid>
		<description>Hwaa......
Itu sayah.....
Itu sayah.....    :lol:

(bagi royaltinya doooonk.....)

:roll:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hwaa&#8230;&#8230;<br />
Itu sayah&#8230;..<br />
Itu sayah&#8230;.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>(bagi royaltinya doooonk&#8230;..) <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di About oleh sstkr</title>
		<link>http://sungguhterjadi.wordpress.com/about/#comment-21</link>
		<dc:creator>sstkr</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2008 04:20:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-21</guid>
		<description>@Mimbar Saputro

semoga bisa stabil update :)

@Kang Nur

salam juga pak :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Mimbar Saputro</p>
<p>semoga bisa stabil update <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>@Kang Nur</p>
<p>salam juga pak <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Liga Indonesia, Unik oleh sstkr</title>
		<link>http://sungguhterjadi.wordpress.com/2008/02/13/liga-indonesia-unik/#comment-20</link>
		<dc:creator>sstkr</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2008 04:17:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sungguhterjadi.wordpress.com/?p=33#comment-20</guid>
		<description>hehe.. siap2 di dokumentasikan :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hehe.. siap2 di dokumentasikan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di About oleh Kang Nur</title>
		<link>http://sungguhterjadi.wordpress.com/about/#comment-19</link>
		<dc:creator>Kang Nur</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2008 10:25:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-19</guid>
		<description>salam podho wong Yogjo :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam podho wong Yogjo <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Dilarang Utang oleh rajasimarmata</title>
		<link>http://sungguhterjadi.wordpress.com/2008/02/20/dilarang-utang/#comment-18</link>
		<dc:creator>rajasimarmata</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2008 10:41:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sungguhterjadi.wordpress.com/2008/02/20/dilarang-utang/#comment-18</guid>
		<description>permisi numpang berita dulu ya !!!!!
[penting soalnya ini]

Wakil Bupati Samosir : “No Comment” Soal Hutan Tele

KETIKA para pecinta lingkungan berteriak marah, lantaran hutan alam Tele dibabat dengan semena-mena, Ober Sagala hanya bisa mengatakan : No Comment. Kasihan! Karena sebenarnya, politisi Partai Demokrat ini punya dua dasar kewenangan, untuk menghentikan penebangan hutan alam itu.

Kewenangan pertama, karena kampung halamannya, Desa Sagala, berada persis di bawah perbukitan hutan Tele. Apabila nantinya hutan itu sudah dipangkas habis, kemungkinan terjadinya longsor sangat besar, dan bisa jadi kampungnya bakal terkubur. Kewenangan kedua, karena Ober Sagala adalah Wakil Bupati Samosir.

Lalu kenapa dia hanya bisa bilang : No Comment ?

Tampaknya Wakil Bupati ini merasa sungkan dan ewuh pakewuh, kalau harus mengeluarkan pendapat yang terkesan mengkritik atau menyalahkan Bupati Mangindar Simbolon. Mungkin dia beranggapan, selaku Wakil Bupati tidaklah pantas baginya menimbulkan kesan kepada pihak luar, bahwa antara dirinya dan Mangindar sudah pecah kongsi.

DARI sebuah sumber yang dekat dengan Wakil Bupati diperoleh informasi yang mengejutkan, ternyata Ober Sagala merasa ditinggal oleh Mangindar Simbolon dalam proses lanjutan proyek hutan Tele. Dia memang pernah dilibatkan ketika PT ESJ, sang investor asal Korea, mempresentasikan berbagai keuntungan dan manfaat yang bakal dinikmati Kabupaten Samosir, apabila hutan Tele dijadikan kebun bunga untuk komoditas ekspor.

Namun dalam proses selanjutnya, sampai kemudian penebangan hutan itu menimbulkan heboh, ternyata Wakil Bupati Ober Sagala tidak dilibatkan lagi. Bahkan yang paling mengejutkan, ternyata Ober Sagala selaku Wakil Bupati tidak memiliki akses terhadap data proyek kebun bunga yang kontroversial itu.

Kenapa bisa begitu? Kok Bupati Mangindar Simbolon jadi main sendiri ? Tidak diperoleh jawaban yang memuaskan dari Ober mengenai hal ini. Dia menolak untuk memberikan jawaban yang jelas.

Sangat disayangkan sikap yang dipilih Wakil Bupati Samosir itu. Menjaga etika politik boleh-boleh saja, namun yang lebih penting adalah tanggung jawab kepada rakyat. Perilaku politisi yang saling menutupi seperti itu hanya berguna bagi karir politik mereka sendiri, tapi bisa menjadi sumber bencana bagi masyarakat.

Sebagai Wakil Bupati, apalagi di era demokrasi ini, Ober Sagala seharusnya bisa membawakan diri sebagai figur yang punya otoritas dan integritas. Jabatan Wakil Bupati itu bukanlah seperti asisten pribadi, yang ikut saja apa kata bos; karena bos tertinggi sebenarnya adalah masyarakat Samosir.

Masih ada waktu bagi Ober Sagala untuk memperbaiki sikapnya yang keliru. Setidak-tidaknya secara internal dia bisa meminta Bupati mengadakan rapat dan kemudian menanyakan perihal hutan Tele. Kalau ternyata hal itu tidak diindahkan oleh Bupati, tidak ada salahnya Ober membuat pernyataan kepada masyarakat; jika memang ada kejanggalan prosedur dalam proses keluarnya izin penebangan hutan Tele.

Kalau Wakil Bupati tetap bungkam, maka masyarakat Samosir dan para perantau Batak di seluruh dunia akan menganggap Ober Sagala ikut bertanggung jawab atas pembabatan hutan Tele.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>permisi numpang berita dulu ya !!!!!<br />
[penting soalnya ini]</p>
<p>Wakil Bupati Samosir : “No Comment” Soal Hutan Tele</p>
<p>KETIKA para pecinta lingkungan berteriak marah, lantaran hutan alam Tele dibabat dengan semena-mena, Ober Sagala hanya bisa mengatakan : No Comment. Kasihan! Karena sebenarnya, politisi Partai Demokrat ini punya dua dasar kewenangan, untuk menghentikan penebangan hutan alam itu.</p>
<p>Kewenangan pertama, karena kampung halamannya, Desa Sagala, berada persis di bawah perbukitan hutan Tele. Apabila nantinya hutan itu sudah dipangkas habis, kemungkinan terjadinya longsor sangat besar, dan bisa jadi kampungnya bakal terkubur. Kewenangan kedua, karena Ober Sagala adalah Wakil Bupati Samosir.</p>
<p>Lalu kenapa dia hanya bisa bilang : No Comment ?</p>
<p>Tampaknya Wakil Bupati ini merasa sungkan dan ewuh pakewuh, kalau harus mengeluarkan pendapat yang terkesan mengkritik atau menyalahkan Bupati Mangindar Simbolon. Mungkin dia beranggapan, selaku Wakil Bupati tidaklah pantas baginya menimbulkan kesan kepada pihak luar, bahwa antara dirinya dan Mangindar sudah pecah kongsi.</p>
<p>DARI sebuah sumber yang dekat dengan Wakil Bupati diperoleh informasi yang mengejutkan, ternyata Ober Sagala merasa ditinggal oleh Mangindar Simbolon dalam proses lanjutan proyek hutan Tele. Dia memang pernah dilibatkan ketika PT ESJ, sang investor asal Korea, mempresentasikan berbagai keuntungan dan manfaat yang bakal dinikmati Kabupaten Samosir, apabila hutan Tele dijadikan kebun bunga untuk komoditas ekspor.</p>
<p>Namun dalam proses selanjutnya, sampai kemudian penebangan hutan itu menimbulkan heboh, ternyata Wakil Bupati Ober Sagala tidak dilibatkan lagi. Bahkan yang paling mengejutkan, ternyata Ober Sagala selaku Wakil Bupati tidak memiliki akses terhadap data proyek kebun bunga yang kontroversial itu.</p>
<p>Kenapa bisa begitu? Kok Bupati Mangindar Simbolon jadi main sendiri ? Tidak diperoleh jawaban yang memuaskan dari Ober mengenai hal ini. Dia menolak untuk memberikan jawaban yang jelas.</p>
<p>Sangat disayangkan sikap yang dipilih Wakil Bupati Samosir itu. Menjaga etika politik boleh-boleh saja, namun yang lebih penting adalah tanggung jawab kepada rakyat. Perilaku politisi yang saling menutupi seperti itu hanya berguna bagi karir politik mereka sendiri, tapi bisa menjadi sumber bencana bagi masyarakat.</p>
<p>Sebagai Wakil Bupati, apalagi di era demokrasi ini, Ober Sagala seharusnya bisa membawakan diri sebagai figur yang punya otoritas dan integritas. Jabatan Wakil Bupati itu bukanlah seperti asisten pribadi, yang ikut saja apa kata bos; karena bos tertinggi sebenarnya adalah masyarakat Samosir.</p>
<p>Masih ada waktu bagi Ober Sagala untuk memperbaiki sikapnya yang keliru. Setidak-tidaknya secara internal dia bisa meminta Bupati mengadakan rapat dan kemudian menanyakan perihal hutan Tele. Kalau ternyata hal itu tidak diindahkan oleh Bupati, tidak ada salahnya Ober membuat pernyataan kepada masyarakat; jika memang ada kejanggalan prosedur dalam proses keluarnya izin penebangan hutan Tele.</p>
<p>Kalau Wakil Bupati tetap bungkam, maka masyarakat Samosir dan para perantau Batak di seluruh dunia akan menganggap Ober Sagala ikut bertanggung jawab atas pembabatan hutan Tele.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Dilarang Utang oleh rajasimarmata</title>
		<link>http://sungguhterjadi.wordpress.com/2008/02/20/dilarang-utang/#comment-17</link>
		<dc:creator>rajasimarmata</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2008 10:37:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sungguhterjadi.wordpress.com/2008/02/20/dilarang-utang/#comment-17</guid>
		<description>permisi numpang berita dulu ya !!!!!
[penting soalnya ini]

Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen Cornel Simbolon menyatakan keprihatinan yang mendalam, karena ratusan meter hutan perawan di Tele, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, telah ditebas habis baru-baru ini. Selain mencemaskan resiko bencana longsor, apabila areal hutan seluas 2.250 hektar di daerah itu habis dibabat, Cornel juga mensinyalir bahwa investor cuma ingin menyikat kayu disana.

Hal itu dikemukakan jenderal kelahiran Pangururan, Samosir ini dalam acara diskusi TobaDream Dialogue, Sabtu sore 91/3) di TobaDream Cafe, Jakarta. Cornel hadir di sana sebagai peserta, sedangkangkan pembicara diskusi dengan tema “Penyelamatan Danau Toba : Difficuit but Possible“‘ itu adalah Cosmas Batubara dan Bungaran Saragih. Keduanya bekas menteri.

Pernyataan keprihatinan itu dilontarkan Cornel Simbolon pada sesi tanya-jawab. Sebenarnya yang jadi sorotan saat itu adalah upaya penyelamatan Danau Toba, terutama dari aspek pariwisata dan lingkungan. Tapi Cornel tidak mengajukan pertanyaan, malah langsung meminta perhatian dan kepedulian hadirin terhadap pembabatan hutan ynag sedang berlangsung di Tele.

“Memang benar seperti dikatakan Lae (Suhunan) Situmorang tadi, hutan di Tele sedang terancam sekarang ini.Tidak tanggung-tanggung, hutan yang akan ditebang di kawasan tangkapan air itu mencapai 2.260 hektar. Katanya mau dibuat kebun bunga. Katanya bunganya untuk diskspor,”papar jenderal yang cinta lingkungan itu.

“Kita sangat prihatin karena ratusan meter hutan perawan di sana sudah dibabat habis, katanya buat jalan ke areal yang akan diubah jadi kebun bunga,’tambahnya.

“Tele itu adalah daerah tangkapan air, dan seperti tadi dijelaskan Pak Bungaran, daerah itu sangat ringkih dan rawan longsor,”tutur Cornel sambil menegaskan,”Saya setuju dengan apa yang dikatakan Lae Situmorang, saya mengerti apa yang dikuatirkannya, bahwa besar kemungkinan rencana membuat kebun bunga di bekas areal hutan seluas 2.250 hektar itu hanya kedok. “

Yang disitir Cornel adalah ucapan Suhunan Situmorang di awal acara, saat menyampaikan kata sambutan selaku Ketua Steering Commitee TobaDream Dialogue. Suhunan membeberkan kepada hadirin mengenai pembabatan hutan di Tele, termasuk sinyalemennya bahwa target utama investor PT EJS dari Korse adalah menyikat kayu di hutan alam itu.

“Memang sudah banyak kejadian seperti itu, “ujar Wakasad Cornel Simbolon. “Hutan dibabat, katanya mau buat kebun kelapa sawit atau kebun bunga. Tapi, setelah hutan dibabat dan kayunya dijual, investornya kabur. Makanya kita harus cermati terus perkembangan di Tele ini. Itu adalah daerah tangkapan air, sebagian masih hutan perawan. Kenapa itu harus dibabat ?”

“Makanya kita harus selamatkan hutan Tele. Kalau perlu kita panggil Bupati Samosir Mangindar Simbolon ke Jakarta, untuk menjelaskan kebijakannya membabat hutan perawan di sana, “tegas putra Samosir yang kenal liku-liku kawasan Tele itu.

Hutan lindung

Letjen Cornel Simbolon, yang bicara berdasarkan hasil pengecekan terbaru di lapangan, dengan blak-blakan menyatakan kurang yakin mengenai kelayakan investasi kebun bunga di Tele. “Mau diangkut pakai apa bunga-bunga itu ke Medan ? Dan kalaupun bisa, biaya transportasinya pasti sangat mahal. Pokoknya sangat meragukan, sehingga lebih masuk akal kalau investor hanya mengincar kayunya,”ujarnya.

Menurut Cornel, selain penyelamatan hutan Tele, agenda sangat penting yang harus segera dilakukan adalah menentukan peta hutan di Samosir. “Perlu segera dilakukan maping untuk menetapkan yang mana hutan lindung, yang mana hutan ulayat. Di Samosir belum jelas maping seperti itu.”tandasnya.

Dalam kesempatan itu Cornel Simbolon menyatakan sangat menghargai dan mendukung program konservasi yang akan dikerjakan Komunitas TobaDream. Besok pagi (9/2) rombongan Komunitas TobaDream akan terbang ke Medan, untuk selanjutnya pada Senin 3 Maret 2008, tepat pukul 3, akan menanam pohon pada areal seluas 2 hektar di desa Martoba , Kecamatan Sidihoni, Kabupaten Samosir.

“Sangat saya hargai dan dukung program penanaman pohon yang akan dilaksanakan Komunitas TobaDream. Tapi perlu saya pesankan, kalian harus pentingkan untuk menjalin kerjasama dengan penduduk setempat. Jangan asal nanam pohon, tapi penduduk di sana hanya jadi penonton, akan sia-sia,”kata Cornel.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>permisi numpang berita dulu ya !!!!!<br />
[penting soalnya ini]</p>
<p>Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen Cornel Simbolon menyatakan keprihatinan yang mendalam, karena ratusan meter hutan perawan di Tele, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, telah ditebas habis baru-baru ini. Selain mencemaskan resiko bencana longsor, apabila areal hutan seluas 2.250 hektar di daerah itu habis dibabat, Cornel juga mensinyalir bahwa investor cuma ingin menyikat kayu disana.</p>
<p>Hal itu dikemukakan jenderal kelahiran Pangururan, Samosir ini dalam acara diskusi TobaDream Dialogue, Sabtu sore 91/3) di TobaDream Cafe, Jakarta. Cornel hadir di sana sebagai peserta, sedangkangkan pembicara diskusi dengan tema “Penyelamatan Danau Toba : Difficuit but Possible“‘ itu adalah Cosmas Batubara dan Bungaran Saragih. Keduanya bekas menteri.</p>
<p>Pernyataan keprihatinan itu dilontarkan Cornel Simbolon pada sesi tanya-jawab. Sebenarnya yang jadi sorotan saat itu adalah upaya penyelamatan Danau Toba, terutama dari aspek pariwisata dan lingkungan. Tapi Cornel tidak mengajukan pertanyaan, malah langsung meminta perhatian dan kepedulian hadirin terhadap pembabatan hutan ynag sedang berlangsung di Tele.</p>
<p>“Memang benar seperti dikatakan Lae (Suhunan) Situmorang tadi, hutan di Tele sedang terancam sekarang ini.Tidak tanggung-tanggung, hutan yang akan ditebang di kawasan tangkapan air itu mencapai 2.260 hektar. Katanya mau dibuat kebun bunga. Katanya bunganya untuk diskspor,”papar jenderal yang cinta lingkungan itu.</p>
<p>“Kita sangat prihatin karena ratusan meter hutan perawan di sana sudah dibabat habis, katanya buat jalan ke areal yang akan diubah jadi kebun bunga,’tambahnya.</p>
<p>“Tele itu adalah daerah tangkapan air, dan seperti tadi dijelaskan Pak Bungaran, daerah itu sangat ringkih dan rawan longsor,”tutur Cornel sambil menegaskan,”Saya setuju dengan apa yang dikatakan Lae Situmorang, saya mengerti apa yang dikuatirkannya, bahwa besar kemungkinan rencana membuat kebun bunga di bekas areal hutan seluas 2.250 hektar itu hanya kedok. “</p>
<p>Yang disitir Cornel adalah ucapan Suhunan Situmorang di awal acara, saat menyampaikan kata sambutan selaku Ketua Steering Commitee TobaDream Dialogue. Suhunan membeberkan kepada hadirin mengenai pembabatan hutan di Tele, termasuk sinyalemennya bahwa target utama investor PT EJS dari Korse adalah menyikat kayu di hutan alam itu.</p>
<p>“Memang sudah banyak kejadian seperti itu, “ujar Wakasad Cornel Simbolon. “Hutan dibabat, katanya mau buat kebun kelapa sawit atau kebun bunga. Tapi, setelah hutan dibabat dan kayunya dijual, investornya kabur. Makanya kita harus cermati terus perkembangan di Tele ini. Itu adalah daerah tangkapan air, sebagian masih hutan perawan. Kenapa itu harus dibabat ?”</p>
<p>“Makanya kita harus selamatkan hutan Tele. Kalau perlu kita panggil Bupati Samosir Mangindar Simbolon ke Jakarta, untuk menjelaskan kebijakannya membabat hutan perawan di sana, “tegas putra Samosir yang kenal liku-liku kawasan Tele itu.</p>
<p>Hutan lindung</p>
<p>Letjen Cornel Simbolon, yang bicara berdasarkan hasil pengecekan terbaru di lapangan, dengan blak-blakan menyatakan kurang yakin mengenai kelayakan investasi kebun bunga di Tele. “Mau diangkut pakai apa bunga-bunga itu ke Medan ? Dan kalaupun bisa, biaya transportasinya pasti sangat mahal. Pokoknya sangat meragukan, sehingga lebih masuk akal kalau investor hanya mengincar kayunya,”ujarnya.</p>
<p>Menurut Cornel, selain penyelamatan hutan Tele, agenda sangat penting yang harus segera dilakukan adalah menentukan peta hutan di Samosir. “Perlu segera dilakukan maping untuk menetapkan yang mana hutan lindung, yang mana hutan ulayat. Di Samosir belum jelas maping seperti itu.”tandasnya.</p>
<p>Dalam kesempatan itu Cornel Simbolon menyatakan sangat menghargai dan mendukung program konservasi yang akan dikerjakan Komunitas TobaDream. Besok pagi (9/2) rombongan Komunitas TobaDream akan terbang ke Medan, untuk selanjutnya pada Senin 3 Maret 2008, tepat pukul 3, akan menanam pohon pada areal seluas 2 hektar di desa Martoba , Kecamatan Sidihoni, Kabupaten Samosir.</p>
<p>“Sangat saya hargai dan dukung program penanaman pohon yang akan dilaksanakan Komunitas TobaDream. Tapi perlu saya pesankan, kalian harus pentingkan untuk menjalin kerjasama dengan penduduk setempat. Jangan asal nanam pohon, tapi penduduk di sana hanya jadi penonton, akan sia-sia,”kata Cornel.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di About oleh Mimbar SAPUTRO</title>
		<link>http://sungguhterjadi.wordpress.com/about/#comment-16</link>
		<dc:creator>Mimbar SAPUTRO</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Feb 2008 03:19:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-16</guid>
		<description>Saya jadi ingat puluhan tahun lalu saya mengumpulkan serial Nagasasra dan Sabukinten... lama-lama mulai menulis blok saya sendiri..
Mudah-mudahan dikedepan pak SSTKR akan ada tulisan orisinal yang pasti lucu juga.. Semoga mimbarsaputro.wordpress.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya jadi ingat puluhan tahun lalu saya mengumpulkan serial Nagasasra dan Sabukinten&#8230; lama-lama mulai menulis blok saya sendiri..<br />
Mudah-mudahan dikedepan pak SSTKR akan ada tulisan orisinal yang pasti lucu juga.. Semoga mimbarsaputro.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Liga Indonesia, Unik oleh fisha17</title>
		<link>http://sungguhterjadi.wordpress.com/2008/02/13/liga-indonesia-unik/#comment-15</link>
		<dc:creator>fisha17</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Feb 2008 10:45:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sungguhterjadi.wordpress.com/?p=33#comment-15</guid>
		<description>bener bos, bener-bener unik dan keren :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bener bos, bener-bener unik dan keren <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
