23/01/2008 06:01:50 DI Kutoarjo ada penjual kue srabi yang ”cuma satu-satunya”. Dijuluki Pak Yesus karena rambutnya gondrong dan jenggotnya panjang berwarna putih. Anehnya, sampai sekarang tak ada pelanggan yang tahu pasti nama aslinya, padahal beliau sudah berjualan puluhan tahun! — (Kiriman: Reni Sekar Kuningsih, Gg Pandu RT 03 RW 5 (No 4 dari Barat), Tegalmalang, Kutoarjo 54212, Jawa Tengah).-z
Februari 6, 2008 pukul 10:37 pm
Aku cah ‘thorjo’ asli, sekarang dah jadi warga Suroboyo.
Yang aku ingat, sewaktu aku kecil dulu, di depan Toko Air Mancur ada yang jual ‘jangan’ di taruh di baskom dan di gelar di amben saat malam hari.
Rasanya enak tenan. Sekarang nggak tahu lagi, jualan dimana dia.
Tiap kali aku pulang ke Kutoarjo, aku selalu mencari di mana penjual ‘jangan’ itu sekarang menggelar dagangannya, atau mungkin sekarang anak cucunya yang berjualan. Tapi nggak pernah ketemu..
Mungkin ada yang tahu?
Dan buat ‘tombo gelo’ biasanya aku lampiaskan di warung Mbok Pawiro di daerah Senepo.
Februari 8, 2008 pukul 10:30 am
@nh wibowo
wah mudah2an ada anak sana yg baca yaks…
Agustus 30, 2009 pukul 6:45 pm
ass-wrwb, salam Knal kgo konco2ku cah thorjo, khususe cah nepo, pak yesus ban dinio lwat ngarep omahku ng cdah tk handayani, jl senepo timur, pak yesus ki dodolan ket aku cilik tkan sprene jeh eksis, met sukses pak yesus